Come in Come in

Sabtu, 06 Oktober 2012

Malaikat Bersayap Patah

Lagi-lagi tulisan tentang kamu. Tak hanya sebuah kalimat pendek, hari ini aku ingin merangkai keindahanmu lewat kata-kata yang bisa dibilang paragraf. Berharap kau tak membacanya. Karna aku tau kamu akan melirikku dengan tatapan menggelitik, dan lagi-lagi aku tak bisa menahan ekspresi yang ada dalam hatiku. Semoga saja..




Malaikat bersayap patah, sebuah julukan yang sekarang kau pun mengetahuinya. Mungkin mereka menertawakanku, tapi ya memang. Malaikat bersayap patah sangat cocok untuk kamu. Karna kamu bukan tak bersayap. Kamu pernah terbang. Terlalu tinggi, hingga kelelahan, dan sekarang sayapmu patah karna kelelahan. Seharusnya kau istirahat, bukan mencoba untuk terbang dulu..

Kamu datang kepadaku dengan semua kesakitanmu. Dengan semua derita, dan kekecewaanmu. Ya aku tau, malaikat yg sayapnya patah pasti merasa tersiksa karna dia tak bisa terbang kemanapun ia mau. Seperti kamu. Kamu tak bisa mencapai semua keinginanmu, karna sakit hati dan kekecewaan yang ada dalam hatimu. Dear, aku disini. Menguatkanmu..

Meski kau tak pernah menyadari, how deep my love, tapi aku harap kamu tahu, ada aku disini untuk menjadi sahabatmu. Sejujurnya aku belum sanggup untuk menjadi kekasihmu. Bukan karna kau tak baik, tapi karna kau bisa menjadi lebih baik dari ini. Dan aku tak mau menghalanginya. Aku ingin kau tau baha disini ada aku yang siap untuk mensupport apapun yang kau lakukan untuk gapai tiap citamu, citramu, dan cintamu..

Seandainya sebuah rasa sayang tak harus diikat dengan sebuah komitmen, mungkin aku bisa lebih bebas untuk memelukmu dan menyatakan bahwa aku mengasihimu, sayangnya dunia telah mengartikan pelukan hanya untuk mereka yang telah memiliki komitmen.. Maafkan aku tak bisa memelukmu dan mengatakan bahwa aku mengasihimu, aku takut semua menjadi berbeda..

Berkali mereka menyatakan penolakan. Ya aku tau, kau tak sebaik yang ada dianganku. Namun tak semua angan harus menjadi nyata kan? Namun tak ada salahnya menjadi lebih baik kan? Aku hanya ingin kau menjadi lebih baik. Bersamaku disini..

Dibalik tawamu aku menyadari ada nafas kebencian dari dalam hatimu.. Dibalik tiap candamu, mengalir dendam tak terbalaskan, karna kau tak mengerti harus membalas kepada siapa. Dan marah kepada siapa. Kau hanya bisa diam dan menyimpan itu sendiri didalam hatimu. Sedangkan kau tak tau itu tak baik untuk hatimu. Hatimu tersiksa malaikatku...

Berjalan menyusuri tempat itu, aku melihat setiap kenangan terlukiskan lewat gambar. Disana kau menerima sebuah pengahrgaan dari seorang wanita berpakaian biarawati, dan kau bilang "TEBAK ITU SIAPA"
"Itu kamu!"
"Ya! benar sekali! hahaha~"
Dalam hati aku tau, kau makhluk yang tercipta sebagai makhluk yang aktif :)

Masih menyusuri ruangan itu aku melihat kau menunduk dengan sebuah jubah hitam dan sebuah topi bertali yang orang bilang itu adalah TOGA.
"Ini kamu kan?"
"Ya, ada masalah?"
"Nope. Sudah aku duga..."
"Apa?"
"Lupakan.."
"Baiklah.."
Sudah aku duga kau makhluk yang tercipta dengan tidak kekurangan daya pikir, kau cerdas..

Aku terkagum melihat sebuah lukisan sangat besar itu, aku tersenyum..
"Ada apa?" , kau bertanya
"Tidak.."
"Lalu untuk apa tersenyum seperti itu.."
"Karna aku bahagia.."
"Karena?"
"Tak semua kebahagiaan memerlukan alasan."

Dan kau menunjukkan ku sebuah foto seorang wanita, yang terlihat kuat dan memiliki prinsip. Tidak terlihat sangat tua difoto itu.
"Itu mama.."
"Ya aku tau.."
"Darimana?"
"Beliau mirip denganmu.."
".."

Semua itu membuatku mengerti semua kenangan justru membuatmu terkungkung dalam kesedihan. Aku tak mengerti dengan cara apalagi aku membantumu..
Mereka bilang "kau melewati batas sbg pelayan untuk membantunya, tak seharusnya kau bermain hati dan mencintainya.. perubahan menjadi baik, itu tujuan baik, tp kalau kau lakukan itu dg rasa dalam hatimu itu sudah menyalahi aturan.."

Sekarang aku menemukan alasan bahwa,
AKU INGIN KAU BERUBAH KARNA AKU MENGASIHIMU.

Apakah aku salah mengasihi mu dan menginginkanmu menjadi lebih baik?
Apa aku salah mendoakanmu dan meminta padaNya untuk kau diberikan sebuah kesempatan untuk menjadi lebih baik KARNA aku mengasihimu?
Terlihat munafik, tapi karna aku mengasihimu aku ingin kau bahagia...

"Trimakasih sudah menjadi sayapku selama sayapku masih patah.."
Ya.. itu adalah tugasku.. Berjanjilah, setelah kau menggunakan sayapku, kau akan kembali padaku dan membawaku terbang tinggi ..

"Aku ingin kau menikah denganku.."
Ya,, suatu saat.. Jadilah seorang pria yang bisa aku banggakan.. Hanya itu...

"Trimakasih sudah mempercayaiku, maaf merepotkanmu.."
Selama itu tentangmu dan aku bisa membantu, apapun ku lakukan.. Dan aku mempercayaimu karna aku tau, dan yakin.. Siapa kau...


3Oktober2012

3 komentar:

bastian saputra mengatakan...

Wew, serasa baca novel...

reni mengatakan...

keren banget kak :)

Ahmad Alqurniawan mengatakan...

Tulisan.nya keren amat yak.. Asyikk sumpah.

Free Blog Templates

THANKS FOR COMING TO MY WORLD